Resume Materi PKKMB FKes (Materi 2)

 Resume Materi PKKMB FKes UNUSA 2025


Resume Materi 2

Tema: From Organizatron to Leadership: Personal Branding For The Next Generation

Pemateri: Ibu Atik Qurrota A'yuni A, S. K. M, M. KES

Personal branding adalah proses penting untuk membentuk cara orang lain memandang kita. Ia bukan sekadar citra luar, melainkan identitas yang mendefinisikan siapa diri kita, apa yang diperjuangkan, serta keunikan yang dimiliki. Dengan personal branding yang kuat, seseorang akan mampu tampil berbeda di tengah keramaian. Branding yang otentik juga membangun kredibilitas, menumbuhkan kepercayaan, dan membuka pintu peluang baru, termasuk dalam pengembangan karier.

Organisasi menjadi wadah penting dalam perjalanan ini. Melalui organisasi, individu belajar mencapai tujuan bersama dengan struktur yang jelas. Unsur utama organisasi meliputi adanya tujuan bersama, pembagian tugas, serta kerjasama yang solid. Al-Qur’an pun menegaskan bahwa Allah menyukai hamba-Nya yang berjuang dengan rapi dan teratur, seperti bangunan yang kokoh. Inilah alasan mengapa berorganisasi tidak hanya melatih keterampilan, tetapi juga bernilai spiritual.

Selain organisasi, kepemimpinan adalah aspek krusial. Kepemimpinan berarti kemampuan memengaruhi orang lain untuk mencapai tujuan tertentu. Proses ini melibatkan pemimpin, orang yang dipimpin, serta situasi yang dihadapi. Seorang pemimpin sejati harus terlebih dahulu mengenali dirinya sendiri. Ia juga harus memahami situasi yang ada dan menyesuaikan gaya kepemimpinannya. Kepemimpinan bukan soal jabatan, melainkan soal pengaruh.

Menjadi pemimpin efektif tidak lahir semata karena bakat, melainkan melalui proses belajar. Kepemimpinan yang kuat lahir dari karakter yang dalam, bukan sekadar posisi. Personal power lebih penting daripada positional power. Maka, kesuksesan seorang pemimpin dimulai dari kemampuannya memimpin dirinya sendiri. Jika seseorang mampu menguasai diri, ia akan lebih mudah memimpin orang lain.

Dalam perjalanan menuju sukses, peran soft skill jauh lebih besar dibanding hard skill. Sekitar 80% kesuksesan ditentukan oleh soft skill, sementara 20% sisanya ditopang hard skill. Soft skill mencakup keterampilan belajar, kemampuan beradaptasi, daya tahan menghadapi tekanan, serta rasa percaya diri. Modal spiritual, kepemimpinan, manajemen waktu, jaringan pertemanan, dan sikap juga menjadi bagian penting. Di sisi lain, hard skill tetap dibutuhkan, misalnya prestasi akademik, keterampilan ICT, serta penguasaan bahasa asing.

Untuk membangun personal branding, langkah awalnya adalah mengenal potensi diri. Seseorang harus mampu melihat kelebihan dan kekurangannya. Minat dan bakat perlu ditemukan, lalu dikembangkan dengan serius. Mengambil pengalaman baru juga penting untuk menggali kemampuan tersembunyi. Evaluasi diri secara rutin, baik melalui refleksi pribadi maupun masukan dari orang lain, akan membantu proses ini.

Percaya diri merupakan fondasi dari personal branding. Rasa percaya diri tumbuh saat seseorang fokus pada kekuatannya, bukan kelemahannya. Ia harus berani mencoba hal baru meskipun ada risiko gagal. Kegagalan seharusnya menjadi pelajaran, bukan penghalang. Setiap pencapaian kecil pun perlu dirayakan sebagai motivasi. Di samping itu, lingkungan yang positif akan sangat memengaruhi perkembangan diri.

Ada beberapa tips untuk membangun personal branding yang efektif. Pertama, definisikan identitas diri dengan jelas, baik nilai, kekuatan, maupun passion. Kedua, jaga konsistensi dalam suara, pesan, dan visual yang ditampilkan. Ketiga, berikan nilai tambah melalui konten atau pengalaman yang bermanfaat bagi orang lain. Keempat, jadilah autentik karena keaslian akan selalu membangun kepercayaan.

Dalam era digital, personal branding juga terkait erat dengan kehadiran online. Instagram dapat digunakan untuk berbagi aktivitas dan karya visual. LinkedIn sangat bermanfaat untuk profil profesional dan jaringan karier. TikTok efektif menyampaikan pesan kreatif dengan cepat, terutama bagi audiens muda. Twitter/X bisa dipakai untuk berbagi ide, opini, dan wawasan singkat. Sedangkan YouTube adalah ruang ideal untuk konten edukatif, tutorial, maupun storytelling yang mendalam.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pertahankan Akreditasi Unggul, Keperawatandan Profesi Ners Rintis Kelas Internasional

Pra BToPH 4

RESUME MATERI PKKMB DAY 1